BERITA MADRASAH

MA Salafiyah Kajen Peringati Hari Santri 2026, Kepala Madrasah Tekankan Pentingnya Inovasi dan Sinergi

Dipublikasikan pada 22 October 2026 oleh Arif Sutoyo, SH

272 Pembaca Kabar Terbaru
Beranda > Berita & Artikel > MA Salafiyah Kajen Peringati Hari S...
MA Salafiyah Kajen Peringati Hari Santri 2026, Kepala Madrasah Tekankan Pentingnya Inovasi dan Sinergi
Berita 22 October 2026 Oleh: Arif Sutoyo, SH 272 Pembaca

MA Salafiyah Kajen Peringati Hari Santri 2026, Kepala Madrasah Tekankan Pentingnya Inovasi dan Sinergi

Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kabupaten Pati, menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman timur madrasah, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut diikuti oleh dewan guru, tenaga kependidikan, serta para siswa dengan khidmat dan tertib.

Upacara kali ini tidak diikuti seluruh siswa MA Salafiyah Kajen. Sebagian siswa mendapat tugas untuk mengikuti rangkaian peringatan Hari Santri yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Margoyoso.

Meski demikian, pelaksanaan upacara di lingkungan madrasah tetap berlangsung lancar. Seluruh peserta yang hadir mengikuti setiap rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para santri sekaligus momentum untuk memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kepala MA Salafiyah Kajen, Muchammad Azib Mabrur, S.Ag., M.Pd., dalam amanatnya menyampaikan bahwa tema Hari Santri 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, harus dimaknai sebagai dorongan bagi santri untuk terus meningkatkan kualitas diri dan mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa.

Menurut beliau, upaya menguatkan negeri dapat dilakukan melalui kesungguhan dalam menuntut ilmu, mengembangkan kreativitas, serta melahirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Santri harus terus mencari ilmu, kreatif, dan berinovasi. Selain itu, santri juga harus menanamkan karakter yang kuat serta memiliki keberanian untuk melakukan inovasi,” pesannya di hadapan peserta upacara.

Beliau menegaskan, santri tidak cukup hanya membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan karakter yang baik. Lebih dari itu, santri juga dituntut mampu memberikan kontribusi nyata bagi negeri sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Azib juga mengajak seluruh warga madrasah untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri, terutama dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pendidik maupun peserta didik.

Beliau mengingatkan kembali pepatah, “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Pepatah tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa keteladanan guru memiliki pengaruh besar terhadap sikap dan perilaku siswa.

Karena itu, beliau menekankan pentingnya sinergi antara guru dan siswa dalam menciptakan proses pendidikan yang berkualitas. Guru harus bersungguh-sungguh dalam mengajar, sementara siswa perlu menunjukkan kesungguhan dalam belajar.

“Guru dan siswa harus saling bersinergi. Guru harus sungguh-sungguh dalam mengajar dan murid harus sungguh-sungguh dalam belajar,” tegasnya.

Peringatan Hari Santri di MA Salafiyah Kajen ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat belajar, membangun karakter, dan menumbuhkan keberanian berinovasi di kalangan santri.

Dengan demikian, nilai-nilai kesantrian dapat terus tumbuh dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi bekal bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas. (AK.81)

 

Bagikan Artikel: