BERITA MADRASAH

Perdalam Ilmu Falak, Siswa MA Salafiyah Kajen Praktik Rukyat Hilal di UIN Walisongo

Dipublikasikan pada 13 October 2026 oleh Arif Sutoyo, SH

114 Pembaca Kabar Terbaru
Beranda > Berita & Artikel > Perdalam Ilmu Falak, Siswa MA Salaf...
Perdalam Ilmu Falak, Siswa MA Salafiyah Kajen Praktik Rukyat Hilal di UIN Walisongo
Berita 13 October 2026 Oleh: Arif Sutoyo, SH 114 Pembaca

Perdalam Ilmu Falak, Siswa MA Salafiyah Kajen Praktik Rukyat Hilal di UIN Walisongo

Memperdalam ilmu falak tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas. Untuk itu, siswa kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Pati, Konsentrasi Kitab, diajak belajar langsung di Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Ahad (11/10/2026).

Kunjungan edukatif tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mempraktikkan ilmu falak yang selama ini dipelajari melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Mereka mengikuti pengenalan hisab dan rukyat hilal sekaligus mempelajari perkembangan teknologi astronomi.

Para siswa juga menikmati pertunjukan film astronomi di ruang dome theater. Melalui visualisasi alam semesta, mereka diajak mengenal tata surya, bintang, hingga galaksi dengan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif.

Tak hanya memperoleh pengetahuan secara teoretis, para siswa juga dikenalkan dengan penggunaan teleskop robotik serta proses pengamatan benda langit. Kegiatan ini menunjukkan bahwa tradisi keilmuan falak dapat terus berkembang seiring kemajuan sains dan teknologi.

Kunjungan tersebut bertepatan dengan agenda pengamatan hilal untuk menyongsong awal bulan Jumadilawal 1448 Hijriah. Berdasarkan perhitungan astronomis pada 11 Oktober 2026, ketinggian hilal mencapai 6 derajat 1 menit, dengan elongasi geosentris sekitar 10 derajat 16 menit. Namun, pengamatan hilal belum membuahkan hasil karena tertutup awan tebal.

Kepala MA Salafiyah Kajen, Muchammad Azib Mabrur, S.Ag., M.Pd., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam menjadikan ilmu falak sebagai salah satu program unggulan.

Menurut beliau, pembelajaran secara langsung di observatorium menjadi sarana bagi siswa untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap ilmu yang telah dipelajari di madrasah.

“Ini merupakan madrasah lapangan. Madrasah aslinya tetap di MA Salafiyah Kajen, Pati. Saya sering menyampaikan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Pada kesempatan yang penuh berkah ini, mari kita niatkan untuk mencari ilmu dan ridho Gusti Allah SWT,” ujarnya.

Beliau berharap, pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kecintaan para siswa terhadap ilmu falak sehingga mereka mampu melanjutkan perjuangan para sesepuh dan kiai dalam menjaga serta mengembangkan keilmuan tersebut.

“Kami berharap, apa yang kita lakukan sekarang dapat menambah kecintaan kita semua terhadap ilmu falak, sehingga para murid bisa meneruskan perjuangan para sesepuh dan para kiai, khususnya dalam bidang ilmu falak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Dr. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., menegaskan bahwa rukyatulhilal tidak sekadar menjadi upaya untuk melihat kemunculan hilal. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam pendidikan, penelitian, dan pengayaan data astronomis.

Menurut beliau, pengamatan secara langsung memberikan kesempatan kepada peserta didik dan mahasiswa untuk membandingkan hasil perhitungan astronomis dengan kondisi alam yang sebenarnya. Dengan begitu, mereka dapat memahami bahwa proses ilmiah tidak hanya bertumpu pada teori dan perhitungan, tetapi juga membutuhkan pengamatan serta evaluasi terhadap hasil di lapangan.

Kondisi cuaca yang menghalangi pengamatan, lanjutnya, juga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan rukyat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi atmosfer dan visibilitas hilal.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara madrasah dan perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan ilmu falak. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung, para siswa diharapkan tidak hanya semakin memahami astronomi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang mampu menjaga tradisi keilmuan falak sekaligus mengikuti perkembangan sains modern. (AK.81)

Bagikan Artikel: