Sebanyak 155 peserta ALFIYAH mulai diuji keberanian dan kemampuan berpikir kritis melalui Munadzoroh (Debat Bahasa Arab). Adu argumen tersebut menjadi agenda utama hari ketiga ALFIYAH (Ansyithoh Kalam fi Madrasah Salafiyah) yang berlangsung di Aula MA Salafiyah Kajen, Rabu (9/9/2026).
Bagi peserta, munadzoroh bukan sekadar berbicara dalam bahasa Arab. Mereka harus mampu menyusun argumen, menyampaikan pendapat secara meyakinkan, sekaligus mempertahankan pandangan ketika berhadapan dengan kelompok yang memiliki pendapat berbeda.

Bekal tersebut diberikan melalui seminar yang disampaikan oleh Ibu Raodah, M.A., salah satu dosen IPMAFA. Peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar munadzoroh, teknik menyusun argumen, serta praktik debat dalam bahasa Arab.
Setelah menerima materi, peserta langsung dihadapkan pada praktik. Mosi yang diangkat dalam debat kali ini adalah:
“Majelis ini berpandangan bahwa belajar menggunakan video edukasi lebih baik daripada belajar dengan metode tradisional.”
Dalam satu sesi munadzoroh, terdapat tiga tim pro dan tiga tim kontra. Jalannya debat dipandu moderator dan pengatur waktu agar setiap peserta memperoleh kesempatan menyampaikan argumen sesuai aturan yang telah ditentukan.
Setiap kelompok terdiri atas 12–14 peserta dan akan mengikuti dua sesi munadzoroh secara bergantian. Mereka terlebih dahulu berdiskusi dan mempersiapkan bahan sebelum menyampaikan argumen di hadapan kelompok lain.
Dari proses tersebut, setiap kelompok kemudian mengirimkan tiga delegasi untuk mengikuti debat antarkelompok. Para delegasi akan beradu kemampuan dalam menyampaikan pendapat, mempertahankan argumen, serta menggunakan bahasa Arab secara aktif dalam forum debat.
Bukan hanya menjadi ajang latihan, penampilan peserta dalam proses latihan dan debat antarkelompok juga menjadi bagian dari penilaian. Hasil penilaian tersebut akan menentukan peserta yang berkesempatan tampil dalam acara penutupan ALFIYAH.
Sebanyak enam peserta terbaik nantinya dipilih untuk tampil dalam Mahrojan Fani, terdiri atas tiga peserta putra sebagai tim kontra dan tiga peserta putri sebagai tim pro.

Melalui munadzoroh, ALFIYAH memperluas pembelajaran bahasa Arab dari sekadar penguasaan kosakata menuju kemampuan komunikasi yang lebih kompleks. Peserta ditantang untuk berpikir, menyusun gagasan, dan menyampaikannya secara spontan dalam bahasa Arab.
Semangat tersebut menjadi bekal penting bagi peserta untuk semakin percaya diri berbicara bahasa Arab sekaligus mempersiapkan diri menuju rangkaian kegiatan ALFIYAH berikutnya hingga acara penutupan. (ed: AK.81)
Penulis: Fika Nurun Tajalla. Ketua PLP IPMAFA
