RESENSI BUKU

Judul Buku : MAAF TUHAN, AKU HAMPIR MENYERAH
Penulis : Alfialghazi
Penerbit : Sahima
Harga Jual : Rp 69.000
ISBN : 978-602-6744-47-0
Terbit : 2020
Ukuran : 15 x 23 cm
Halaman : ix + 246 halaman
Di media akhir-akhir ini, kita sering melihat seorang pemuda yang menjadi maskot sambat. Ia sering memperlihatkan wajah sedih dan tak jarang sampai meneteskan air mata di depan orang. Selain itu, ia juga sering kali melontarkan kata-kata indah dengan tema sambat.
Bagi sobat sambat, mengeluh adalah keniscayaan yang harus diicipi setiap hari. Mereka lebih memilih jalan kesedihan dari pada jalan bahagia. Melihat Fajar Sad Boy, saya jadi teringat sebuah buku yang menurut saya sangat cocok untuknya. Judulnya Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfiaghazi.
Dalam buku tersebut, kita dapat menemukan banyak pencerahan berupa kata-kata. Kita dinasehati agar menjadi seorang yang tabah dan sabra. Karena tidak semua hal berjalan sesuai keinginan kita. Suatu waktu, impian kita bisa saja dipukul mundur oleh keadaan. Harapanmu dipatahkan keputusan. Langkahmu dihentikan dengan lobang masalah.
Maka, lewat buku ini, Alfialghazi mengingatkan kita. Bahwa di titik terendah manusia pun ada harapan yang dapat kita wujudkan. Buku ini menjelaskan bahwa kita memang butuh ujian untuk mendapatkan suatu hal agar kita menjadi seorang yang kuat dan sabra. Rasulullah saja yang seorang Rasul ketika berusaha dengan tujuannya beliau pun masih diberikan ujian, dan ujian tersebut sangat berat sampai membuat Rasul berada di titik terendah. Lalu, apakah Rasul putus asa? Tidak, ia terus berusaha, ia tidak berkecil hati, berdoa,dan terus berjuang.
Kita semua memang butuh air mata, bukan untuk menunjukkan kalau diri kita lemah, tetapi memang tak selamanya keadaan akan baik-baik saja, satu waktu, air mata itu memang harus jatuh, agar kebeningan hati bias kembali utuh. Intinya dari buku ini adalah tetap semangat dalam meraih tujuaj, teruslah semangat, percayalah bahwa akan Allah akan selalu bersama kita.
Nah, saya harap, Fajar Sad Boy mau membacanya. Dan semoga, setelah membacanya, gelarnya akar berubah: Fajar Happy Boy.
Penulis,
Nazila Putri. A.
XI G
