Oleh
Fachri Maulana Arzaq XA
Muhammad Adib Muzakka XA
Mbah Moen merupakan salah seorang tokoh kiai yang sangat dihormati. Ia juga sering menjadi rujukan ketika ada masalah besar atau isu yang sedang menghebohkan banyak orang. Jejak hidupnya penuh dengan keteladanan, meniru kekasihnya: Nabi Muhammad saw.
Melihat kebesaran dan keagungan Mbah Moen yang masyhur diketahui banyak orang, tentunya banyak hal yang dapat kita teladani. Apalagi Notabenya kita menjadi santri, sudah barang tentu bahkan bisa dikatakan--kalau boleh menyebutnya dengan istilah --sunnah muakkad saking perlunya mengambil tauladan.
Keteladanan kiai Maemoen meliputi banyak hal. Diantara keteladanan yang dapat kita ambil sebagai berikut.
1. Nasionalis
Mbah Moen merupakan seseorang kiai yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Hal itu dapat dilihat dari perannya, selain ahli agama beliau juga ikut berperan di bidang politik. Pada tahun 1987, kiai yang terkenal wali ini diangkat menjadi anggota MPR RI, bergabung dengan fraksi utusan daerah, kemudian 2004 menjadi ketua majelis syariah PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Tidak hanya itu, beliau bahkan menjadi penasehat negara, semua itu dilakukan karena menurut Mbah Moen urusan politik adalah salah satu bentuk pengabdian pada negara dan salah satu cara melaksanakan ajaran Islam. Seperti pendapat al-Ghazali bahwa urusan agama dan negara harus ditempatkan pada posisinya masing-masing, sedangkan penerapannya harus dengan kerjasama yang baik dan seimbang.
2.Teguh dalam memegang nilai-nilai kemanusiaan
Keteguhan Mbah Moen dapat kita lihat dari akhlak mulianya, salah satu contoh kecilnya ialah sikap Mbah Moen dalam menghormati tamu. Tamu yang datang sowan diperlakukan dengan baik, tidak ada yang dibeda-bedakan. Miskin-kaya, pejabat atau sipil tidak ada yang diperlakukan berbeda.
3. Sederhana
Mbah Moen adalah sosok yang sederhana karena mengikuti jejak Kanjeng Nabi Muhammad beserta sahabatnya. Hal ini dapat kita buktikan jika kita berkunjung ke rumah beliau, masyarakat di sana juga mengakui kesederhanaannya.
Demikian sikap yang dapat kita teladani dari Mbah Moen. Semoga kita dapat mengikuti jejak lampahnya sehingga hidup kita diliputi keberkahan. Amin
Referensi:
Wicaksono, Anom Whani. 2019. Mbah Moen (Kiai Kharismatik Penuh Inspirasi). Jakarta: C-Klik Media.

Fachri Maulana Arzaq (XA) Muhammad Adib Muzakka (XA)
