BERITA MADRASAH

Kabar Duka, Kyai Sumono Berpulang Menghadap Allah SWT

Dipublikasikan pada 23 August 2026 oleh Administrator

869 Pembaca Kabar Terbaru
Beranda > Berita & Artikel > Kabar Duka, Kyai Sumono Berpulang M...
Kabar Duka, Kyai Sumono Berpulang Menghadap Allah SWT
Berita 23 August 2026 Oleh: Administrator 869 Pembaca

Kabar Duka, Kyai Sumono Berpulang Menghadap Allah SWT

Kabar duka menyelimuti keluarga besar Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Pati. Salah seorang guru senior yang telah puluhan tahun mengabdikan diri di madrasah tersebut, Kyai Sumono, S.Pd.I., berpulang pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar MA Salafiyah Kajen. Terlebih, Kyai Sumono merupakan sosok yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan madrasah selama lebih dari dua dekade.

Almarhum mulai mengajar di MA Salafiyah Kajen sejak 2004. Selama mengabdi, beliau dipercaya mengampu mata pelajaran Ushul Fikih dan Fikih. Tidak hanya menyampaikan ilmu di ruang kelas, beliau juga turut membimbing dan mendidik para siswa melalui keteladanan yang ditunjukkannya.

Kyai Sumono lahir di Jepara pada 16 September 1973. Perjalanan pendidikannya ditempuh di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan Strata 1 (S1) di Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Almarhum berdomisili di Dukuh Gatelan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Beliau meninggalkan dua orang anak, masing-masing seorang putra dan seorang putri.

Kepala MA Salafiyah Kajen, Muchammad Azib Mabrur, S.Ag., M.Pd., mengatakan bahwa kepergian Kyai Sumono menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, para siswa, maupun seluruh keluarga besar MA Salafiyah Kajen.

Menurutnya, dedikasi almarhum selama mengabdikan diri di dunia pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan MA Salafiyah Kajen. Sosok dan pengabdiannya akan selalu dikenang oleh para guru, siswa, maupun alumni yang pernah mendapatkan ilmu dan bimbingannya.

“Kepergian beliau tentu menjadi kehilangan yang mendalam bagi kami. Dedikasi dan pengabdian beliau dalam mendidik generasi muda akan selalu kami kenang,” ungkapnya.beliau juga mengenang pertemuan terakhirnya dengan almarhum saat menjenguknya di rumah sakit beberapa hari sebelum berpulang.

“Saya masih teringat beberapa hari lalu ketika membesuknya di rumah sakit. Saya bilang, ‘Pak, cuti riyen nggeh.’ Beliau menjawab, ‘Mboten, Pak. Saya guru sertifikasi kok. Terus uangnya yang tak terima hukumnya gimana?’” kenangnya.

Ucapan tersebut, menurutnya, menjadi gambaran tanggung jawab dan komitmen almarhum terhadap amanah sebagai seorang guru hingga di tengah kondisi sakit.

Keluarga besar MA Salafiyah Kajen pun menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum. Mereka mendoakan agar seluruh amal ibadah dan amal saleh Kyai Sumono diterima Allah SWT, segala dosa dan kekhilafannya diampuni, serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.”

Selamat jalan, Kyai Sumono. Terima kasih atas ilmu, keteladanan, dan pengabdian yang telah diberikan. Jasa dan perjuanganmu akan selalu dikenang. (AK.81)

 

Bagikan Artikel: