ANEKDOT
Suatu pagi, menjelang diadakannya penilaian akhir semester (PAS), ada seorang siswa berinisiatif untuk pergi ke orang pintar (dukun) untuk meminta bantuan. Sesampai di sana, ia menyampaikan permasalahannya yang kemudian langsung dijawab dengan tawa lepas oleh orang pintar itu.
Orang pintar tersebut meminta siswa itu untuk memberikan barang yang akan dipakai ketika PAS nanti. Siswa itu pun memberikan sebuah pena. Setelah pena itu diberikan mantra-mantra oleh orang pintar, ia pun pulang.
Keesokan harinya, saat ujian pun tiba.
"Tadi malam kamu sudah pelajari semua materinya?" tanya temannya.
"Tidak, aku tidak belajar sama sekali"
"Loh, beneran kamu tidak belajar?"
"Ya, beneran, buat apa belajar, aku kemarin sudah minta doa dari orang pintar" Jawabnya dengan tenang.
Semua siswa mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh, tetapi siswa itu tidak mengerjakan dan hanya melihat ke arah penanya. Kini, waktu ujian pun telah selesai, semua siswa mengumpulkan lembar jawaban terkecuali dia.
Dari depan kelas, seorang guru menghampirinya dan bertanya "Mengapa kamu tidak mengumpulkan lembar jawaban?"
"Belum selesai, Bu"
"Walah.. mengapa belum ada satu pun yang kamu centang?"
"Saya menunggu penanya gerak sendiri Bu, kata orang pintar, pena ini akan bergerak sendiri memilih jawaban yang paling benar. Jadi, dari tadi saya menunggunya bergerak" Jawabnya enteng. Guru itu pun menggeleng-gelengkan kepala sambil nangis merasa waktunya sia-sia.
oleh:
Aldy Khoirul Azhar, kelas XD
Albert Fransdito, kelas XD
M. Rifqi Zidfit Tuqo, kelas XD
M. Reyhan Ardiansyah, kelas XD
Farel Farhatan, kelas XD
Ilustrasi:Freepik.com
