Oleh Muhammad Noor Iskandar
Mungkin kita tidak asing lagi ya Sob, dengan sebutan Kota Ukir. Kota Ukir adalah sebutan bagi Kota Jepara, karena banyak sekali pengerajin ukiran yang bisa kalian temukan di kota ini. Mendengar nama Jepara, pasti terlintas di benak kita tentang hamparan laut dan pantai yang luas nan indah. Selain itu, kita pasti terbayang akan sosok pahlawan emansipasi wanita, yaitu R.A Kartini. Selain R.A Kartini, masih ada lagi nih sosok pahlawan wanita dari bumi Jepara. Siapakah dia? Yuk kita bahas.
Raden Ayu Retna Kencana atau yang lebih kita kenal sebagai Ratu Kalinyamat adalah sosok wanita yang berpengaruh di Kabupaten Jepara. Beliau adalah putri dari Sultan Trenggono pemimpin Kerajaan Demak Bintoro. Pada saat usia remaja beliau dinikahkan dengan Pangeran Hadlirin yang berasal dari luar Jawa. Beberapa catatan menyebutkan bahwa beliau merupakan seorang saudagar Tionghoa yang terdampar di daratan Jepara. Yang kemudian berguru kepada Sunan Kudus dan mengabdi kepada Sultan Trenggono. Beliau juga mendirikan daerah yang dinamakan Kalinyamatan oleh karena itu, beliau dijuluki Pangeran Kalinyamat. Sultan Hadlirin atau Pangeran Kalinyamat meninggal setelah terjadi konflik perang saudara antara beliau dan Arya Penangsang. Sepeninggal Sultan Hadlirin kekuasaan digantikan oleh Ratu Kalinyamat. Emang jasa kepahlawanan Ratu Kalinyamat apa sih? Tenang Sob, kita bahas pelan-pelan hehehe
Pada tahun 1550 Kerajaan Johor meminta bala bantuan dari Jepara guna mengusir Portugis dari tanah Malaka. Kemudian, Ratu Kalinyamat mengirimkan 40 kapal armada perang yang berisi 4.000 tentara. Dan bergabung bersama Persekutuan Melayu dengan kekuatan 150 kapal perang. Namun, Portugis bisa memukul mundur aliansi tersebut, dan menewaskan 2.000 prajurit Jepara. Untuk yang kedua kalinya, pada tahun 1573. Kerajaan Aceh meminta kembali bala bantuan dari Jepara. Ratu Kalinyamat mengirimkan pasukan yang lebih besar dari sebelumnya yaitu 300 armada kapal perang dengan 15.000 bala tentara yang dipimpin oleh Ki Demang Laksamana. Karena jarak tempuh yang jauh, ketika pasukan dari Jepara memasuki Semenanjung Melayu, pasukan Aceh telah dipukul mundur oleh Portugis sehingga pasukan Jepara menyerang Portugis tanpa bantuan pasukan Aceh. Dampak dari peperangan yang kedua ini, banyak kapal yang rusak dan para prajurit gugur di pertempuran, hanya sepertiga yang kembali ke Pulau Jawa.
Karena semangat dan kegigihan Ratu Kalinyamat mengusir Portugis dari Malaka, Ratu Kalinyamat dikenal oleh orang Portugis dengan julukan Rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige dame atau “Ratu Jepara, seorang wanita yang kaya-raya dan berkuasa, seorang perempuan yang gagah berani”.
Jadi gitu Sob, kita sebagai generasi penerus sudah sepantasnya meneruskan semangat dan perjuangan Ratu Kalinyamat. Gimana caranya? Tentunya dengan semangat belajar, kita buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain. Kita gunakan dan kembangkan teknologi yang ada untuk mengejar bangsa lain dan buat bangsa Indonesia bangga.
Refrensi:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kalinyamat

Muhammad Noor Iskandar,
kelas XI B Tahfiz
