Suasana demokrasi mewarnai lingkungan MA Salafiyah Kajen, Pati, Kamis (24/7/2026). Seluruh siswa kelas X, XI, dan XII mengikuti pemilihan ketua organisasi siswa secara langsung untuk menentukan kepemimpinan baru Keluarga Pelajar Salafiyah (KPS), Keluarga Pelajar Putri Salafiyah (KPPS), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) MA Salafiyah.

Pemungutan suara dilaksanakan secara terpisah. Siswa putra memberikan hak pilihnya untuk ketua KPS dan IPNU di Mushola MA Salafiyah, sedangkan siswa putri memilih ketua KPPS dan IPPNU di halaman timur MA Salafiyah Kajen. Seluruh proses berlangsung tertib dengan antusiasme tinggi dari para pemilih.

Proses pemungutan suara menggunakan aplikasi e-voting yang dikembangkan oleh Muhammad Arsyad, siswa kelas XI, di bawah bimbingan Mochammad Chamdan Yuwafi, S.ST., selaku guru pembimbing.
Wakil Kepala MA Salafiyah Bidang Kesiswaan, Ahmad Rofiq, mengatakan regenerasi kepemimpinan merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan kualitas organisasi siswa.
Menurutnya, pemilihan umum secara langsung tidak hanya menjadi sarana pergantian kepemimpinan, tetapi juga media pembelajaran demokrasi bagi seluruh peserta didik.
"Melalui pemilu langsung, setiap murid diharapkan memahami pentingnya nilai-nilai partisipasi, transparansi, dan tanggung jawab dalam menentukan pemimpin yang layak memimpin organisasi pada periode berikutnya," ujarnya.
Ia menambahkan, proses demokrasi tersebut juga menjadi momentum membangun budaya organisasi yang lebih sehat, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan bersama. Dengan demikian, para siswa tidak hanya belajar memilih pemimpin, tetapi juga memahami pentingnya menghargai perbedaan pendapat serta menerima hasil pemilihan secara dewasa.

Sementara itu, Pembina KPS dan KPPS, Subhan Naim, menjelaskan bahwa pemilihan ketua KPS, KPPS, IPNU, dan IPPNU secara langsung bertujuan melahirkan pemimpin yang amanah, kompeten, serta bertanggung jawab sehingga mampu menjalankan program kerja organisasi secara optimal.
"Keterlibatan aktif seluruh murid menjadi faktor penting karena hasil pemilihan merupakan representasi suara bersama yang akan menentukan arah dan keberlanjutan organisasi," katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan pemilihan tersebut telah mengacu pada aturan organisasi yang berlaku, hasil rapat bersama, serta menjadi bagian dari program kerja Bidang Organisasi. Melalui mekanisme ini, diharapkan para pengurus terpilih mampu mengemban amanah sekaligus membawa organisasi siswa MA Salafiyah Kajen semakin aktif, inovatif, dan memberi manfaat bagi seluruh warga madrasah. (AK.81)
