BERITA MADRASAH

Perihal Makan dan Nyampah

Dipublikasikan pada 05 December 2022 oleh Administrator

1031 Pembaca Kabar Terbaru
Beranda > Berita & Artikel > Perihal Makan dan Nyampah
Perihal Makan dan Nyampah
Berita 05 December 2022 Oleh: Administrator 1031 Pembaca

Perihal Makan dan Nyampah

Oleh Dinda Afiah (XI G)

 

Teman-teman, apakah kalian pernah memikirkan tentang "Bagaimana  pandangan masyarakat luar terhadap kita (sebagai Siswa-siswi Madrasah)"? Apakah mereka memandang kita sebagai siswa/siswi yang memiliki nilai agama tinggi, terutama pada Adab, atau kah sebaliknya?

Mungkin pilihan pertamalah yang menjadi jawabannya, namun benarkah? Tanpa sadar, seiring berkembangnya zaman, adab kita tidak ikut berkembang, tapi malah semakin berkurang. Astagfirullah...

Banyak dari kita (penuntut ilmu) yang menomor duakan adab, padahal, kata Abdullah bin Mubarrak yang dikutib dalam kitab Adabul 'Allim wa muta'allim "Kita lebih membutuhkan adab (meskipun) sedikit, dibanding ilmu (meskipun) banyak.” Jadi, dapat disimpulkan bahwa kedudukan adab itu jauh di atas Ilmu.

Dengan adanya adab, kita bisa memperoleh ilmu beserta dengan barokahnya. Maka dari itu, kita harus mendatangkan kembali adab-adab yang telah pergi dan menanamnya kuat dalam hati.

Lantas apa saja adab-adab yang harus kita miliki sebagai seorang penuntut Ilmu? Yang pasti banyak, namun saya akan fokus dalam membahas tentang adab makan dan minum. Di mana adab ini sering sekali dilupakan oleh.. ehem...penjajan seperti kita.
Rosulullah SAW mengajarkan kita agar makan dan minum dengan adab-adab sebagai berikut.
1. Membaca basmalah sebelum makan/minum. Jika terlupa, dan teringat di pertengahan makan maka bacalah "Bismillahi awwaluhu wa akhiruhu" yang artinya "dengan menyebut nama Allah, untuk awal dan akhir".
2. Menggunakan tangan kanan. Nah, ini nih yang sering dilupakan, biasanya kita langsung pakai tangan dua sekaligus, yang satu pegang cilok satu lagi pegang Es..haha.
3. Makan sambil duduk, Rosulullah melarang kita makan sambil berdiri. Berdiri saja sudah tidak baik, apalagi makan sambil berlari atau jalan, sambil ngobrol pula, ampun deh.
4. Tidak meniup makanan dan minuman yang panas. Ini yang sering banget kita lakukan, apalagi pas makan cilok atau somay yang masih kemebul. Tiup-tiup terus sampai dingin. Mengapa kita tidak boleh meniup makanan? logika sederhananya, udara yang keluar kan berupa karbon dioksida, kalau ditiupkan ke makanan, otomatis makanannya tidak baik untuk kesehatan.
5. Tidak berlebihan, Hayo..siapa nih yang suka berlebihan? bisa dilihat dari sampahnya sih, siapa lagi kalau bukan anak putri, haha..maaf teman-teman saya bercanda saja.

Nah, sudahkah adab-adab di atas ada dalam diri kita? Setelah mengetahui ini, Mari kita sama-sama belajar menerapkannya.

Sebelum saya akhiri, saya akan sedikit membahas tentang point yang ke 5, mengenai sampah. Kabarnya, sempat diadakan rapat para guru membahas tentang tempat sampah yang tidak muat menampung banyaknya sampah, terutama sampah plastik, hasil akhir rapat adalah tempat sampah kelas diperbesar. Kita bisa lihat kan di depan kelas sudah disediakan tong sampah super gede.
Namun ada salah seorang guru yang punya pandangan lain mengenai itu, beliau berpikir bahwa bukan ukuran tempat sampahnya yang perlu diubah, namun kesadaran siswanyalah yang harus diubah. Oleh karena itu, beliau berniat untuk mengurangi sampah, dengan cara mengajak para siswa putri membawa botol minum dari rumah masing-masing. Dengan botol itu siswa dapat membeli es tanpa menghasilkan sampah plastik lagi. Mungkin program ini akan mulai diadakan pada semester dua oleh beberapa kelas putri. Semoga saja berjalan ya. Kalau program uji coba ini berjalan, maka akan ditingkatkan lagi, yakni membawa wadah makanan kalau mau jajan cilok dan kawan-kawannya.

Setelah membaca ini semoga kita bisa menjadi pelajar/penuntut ilmu yang beradab dan memiliki kesadaran yang tinggi.
Agar kita bisa menjadi contoh masyarakat luar. Dan kita juga bisa membuat anggapan masyarakat tentang kita itu benar adanya, bukan hanya sebuah anggapan belaka.

 

Dinda Afiah 

Kelas XI G

 

Ilustrasi: Ida Rizkha

 

 

Bagikan Artikel: