BERITA MADRASAH

Relasi Tempe dengan Proses Pembelajaran

Dipublikasikan pada 22 November 2022 oleh Administrator

1487 Pembaca Kabar Terbaru
Beranda > Berita & Artikel > Relasi Tempe dengan Proses Pembelaj...
Relasi Tempe dengan Proses Pembelajaran
Berita 22 November 2022 Oleh: Administrator 1487 Pembaca

Relasi Tempe dengan Proses Pembelajaran

Oleh

Muhammad Rafi Bayhaqi XB dan Muhammad Habli Chukma XB

 

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas.” Anonim

 

Titik tekan belajar adalah proses, bukan hasil. Apabila prosesnya baik sudah dipastikan hasilnya akan baik pula. Pun sebaliknya, apabila dalam proses sak penake dewe maka hasil akhir kemungkinan besar sak penake dewe juga. Maka dapat disimpulkan, gagal ataupun tercapai merupakan hukum sebab-akibat. Di dalam belajar, gagal atau berhasil merupakan keniscayaan. Target yang meleset atau harapan yang digapai ibarat dua sisi mata uang.

Kegalalan dan kesuksesan dalam belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam, berasal dari individu siswa itu sendiri. Kesadaran diri siswa sangat dibutuhkan dalam hal ini. Tanpa kesadaran, mustahil keberhasilan dalam belajar akan tercapai. Sementara faktor dari luar salah satunya adalah makanan. Makanan juga memengaruhi seseorang. Apa yang dimakan itulah yang akan direspon oleh tubuh. Dalam beberapa kasus, banyak siswa yang mudah mengantuk, bisa jadi – ini hanya analisis kami—mereka mengantuk karena makanan, salah satu contoh tempe. Mengapa harus tempe? Ya, karena semua tidak ada yang tahu hehe.

Begini ceritanya, meskipun tempe tergolong dalam makanan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia, namun mengonsumsi secara berlebihan sangat tidak dianjurkan. Maksimal 100 gr perhari.  Apabila kamu suka mengosumsinya terlalu sering dan banyak, maka zat besi bisa menjadi berkurang atau susah diserap oleh tubuh. Jika ini terjadi maka akan menyebabkan penyakit anemia atau kurang darah. Nah, kalau sudah anemia, kita akan mudah mengantuk bahkan keliyengan tanpa daya. Mengantuk inilah awal dari bencana bagi siswa. Pelajaran tidak akan masuk, perlahan bodoh secara bertahap. Ternyata memang benar guyonan "Kakean mangan tempe marai budeg", Budeg karena ngantuk dan tidak mendengarkan penjelasan dari guru. Makan tempe secukupnya saja dan jangan istiqamah mbendino lawuhe mung tempe tok ora ganti: esuk awan sore. 

Selain faktor makanan, faktor luar adalah faktor orang terdekat. Peran orang tua dan guru sangat diperlukan dalam membina perkembangan potensi generasi muda Indonesia. Peran orang tua dan guru dapat berupa pengawasan, bimbingan, dan dukungan. Maka, apabila kedua faktor—dalam maupun luar—diperhatikan dengan baik, insyallah keberhasilan akan kita gapai.

 

Referensi:

https://idnmedis.com/efek-samping-kebanyakan-makan-tempe, diakses pada 21 November 2022 pukul 10.00 WIB.

https://www.sonora.id/read/423159367/alih-alih-irit-makan-tempe-setiap-hari-justru-sangat-berbahaya-kok-bisa, diakses pada 21 November 2022 pukul 10.00 WIB.

 

Oleh

Muhammad Rafi Bayhaqi XB

Muhammad Habli Chukma XB

 

Bagikan Artikel: