BERITA MADRASAH

Tuhan di Kepala Para Ilmuwan

Dipublikasikan pada 23 November 2022 oleh Administrator

2462 Pembaca Kabar Terbaru
Beranda > Berita & Artikel > Tuhan di Kepala Para Ilmuwan
Tuhan di Kepala Para Ilmuwan
Berita 23 November 2022 Oleh: Administrator 2462 Pembaca

Tuhan di Kepala Para Ilmuwan

oleh Muhammad Wafiq Zulfani Naim

kelas XD

 

Di era yang kian modern ini, semakin banyak saja orang yang mempertanyakan tentang kebenaran adanya Tuhan. Anehnya lagi, orang-orang seperti ini bisanya datang dari kalangan yang berpendidikan tinggi, mereka yang seharusnya lebih mudah memahami kebenaran ini, nyatanya justru menjadi orang-orang yang berdiri di barisan terdepan untuk menggugat tentang keberadaan Tuhan.

Tersebutlah Leonhard Euler yang merupakan seorang matimatikawan sekaligus fisikawan terkemuka asal Swiss yang lahir pada 15 April 1707. Pria yang sangat tertarik dengan kalkulus (cabang ilmu matematika)juga astronomi ini terkenal sebagai seorang ilmuwan hebat sekaligus pemeluk Agama yang taat. Keselarasan antara ilmu pengetahuan serta ketaatanya dalam beragama ini, Ia buktikan dengan kemenanganya atas seorang filsuf asal Perancis, Denis Diderot dalam sebuah argumentasi yang membahas keberadaan Tuhan. Leonhard Euler memenangkan perang opini ini dengan memaparkan sebuah rumus "{a+b^n}/{n}=x" untuk menjabarkan kebenaran tentang adanya Tuhan. Meskipun hingga kini belum ada penjelasan yang detail tentang Artikel ini.

Selain Euler, seorang matematikawan lain kelahiran Austria yang menetap di Amerika , Kurt Friedrich Godel juga memberikan pernyataan bahwa keberadaan Tuhan itu memang nyata. Sebuah Teori yang di kemudian hari berkembang menjadi dua bagian utama Yaitu "Kebutuhan" dan "Peluang." Dalam penelitian lanjutan yang dilakukan oleh Universitas, Stanford, didapat keterangan yang lebih terperinci dari teori Godel ini. Dalam teorinya, Godel menemukan jika Tuhan layaknya sebuah zat paling agung yang ada dalam setiap pemikiran manusia.

Dengan ini, teori lama yang menyatakan kalau Tuhan lebih dekat dari urat nadi kita sendiri sedikit terjawab sekaligus, menyatakan jika keberadaan Tuhan merupakan suatu yang absolut atau tak terbantahkan lagi alias pasti.

Begitu juga dengan pakar tafsir UII (Universitas Islam Indonesia), Gus Baha, mengemukakan teori tentang adanya tuhan lewat jalur logika yang hampir sama seperti albert Einstein dengan teorinya causa prima atau semua itu tidak ada melainkan ada pusatnya. Pakar Tafsir yang kopyahnya selalu mendongak ke atas itu juga mengatakan kalau alam ini adalah sebuah akibat (kausatif), akan selalu butuh sebab sehingga Tuhan adalah dari semua ini, teori ini hanya sampai pada rumusan bahwa alam ini butuh penyebab karna akal manusia hanya sampai pada itu saja.

Para ilmuan sudah membuktikan sendiri tentang keabsolutan Tuhan, kedekatan Tuhan serta alam semesta yang baru. Maka dari itu, tidak perlu diragukan kembali betapapun tinggi ilmunya tetap memiliki kekurangan dan berbagai keterbatasan oleh karna mustahil bagi manusia untuk melihat sisi wujud dari Tuhan, dengan demikian, semua manusia dan alam semesta menjadi eksistensi dalam pengenalan atas penciptanya.

 

oleh Muhammad Wafiq Zulfani Naim

kelas XD

 Ilustrasi: Ilustronavta

Bagikan Artikel: