MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Praktik Rukyat Hilal
Pati - MA Salafiyah Kajen Pati mengadakan kegiatan Rihlah Ilmiah dan Praktik Rukyat Hilal (22/1/2023), bertempat di Observatorium dan Planetarium UIN Walisongo Semarang.
Rihlah Ilmiah dan praktik Rukyat Hilal merupakan agenda rutin tahunan MA Salafiyah yang diikuti oleh seluruh peserta didik kelas XII program studi IPA dan IPS konsentrasi Kitab Kuning. Praktik Rukyat Hilal menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengeksplorasi materi pelajaran Ilmu Falak yang telah didapatkan dalam intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
Kegiatan diawali dengan pelatihan singkat rukyat hilal dengan pemateri M. Ihtirozun Ni’am, M.H., Kepala Observatorium UIN Walisongo Semarang. Materi pelatihan meliputi Kajian Fiqh Rukyatul Hilal_dan Instrumentasi Rukyatul Hilal. Pemateri juga menyampaikan perlu adanya dialog yang harmonis antara fikih dan sains untuk menjawab berbagai permasalahan penentuan awal bulan kamariah. Dalam pelatihan ini, peserta didik juga berkesempatan untuk memasang salah satu koleksi teleskop robotik Observatorium dan Planetarium UIN Walisongo Semarang.
Setelah pelatihan selesai, peserta didik diajak menjelajah jagat raya di Gedung Teater Planetarium. Di sana, peserta menikmati show berbagai simulasi susunan bintang dan benda langit, seperti planet, sistem tata surya, lubang hitam (big bang).

Selanjutnya, acara inti rukyat hilal dilaksanakan di Observatorium. Rukyat hilal kali ini bertepatan pada tanggal 29 Jumadil Akhir 1444 sebagai penentu 1 Rajab 1444 H. Meskipun tinggi hilal di markaz UIN Walisongo Semarang sudah mencapai kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat) MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura), yaitu tinggi hilal mencapai lebih dari 7 derajat dan elongasi mencapai lebih dari 9 derajat, namun karena kondisi langit mendung, citra hilal tidak berhasil tertangkap, baik dengan mata telanjang maupun bantuan teleskop. Menurut kriteria baru MABIMS, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
Masrukhan, selaku kepala Madrasah Aliyah Salafiyah menyampaikan dalam sambutannya pada opening ceremony bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud komitmen MA Salafiyah untuk menjadikan Ilmu Falak sebagai salah satu program unggulan. Ia berharap agar silaturahmi antara MA Salafiyah dengan Observatorium dan Planetarium UIN Walisongo Semarang dapat terjalin dengan baik ke depannya sebagai wadah eksplorasi wawasan Astronomi dan Ilmu Falak bagi peserta didik.